Dolar AS Masih Potensi Jadi Favorit Pasar Ditengah Sentimen Ketidakpastian Global

 Dolar AS Masih Potensi Jadi Favorit Pasar Ditengah Sentimen Ketidakpastian Global


Di hari terakhir perdagangan pekan ini tampaknya pasar tampaknya akan cenderung hindari aset berisiko di tengah masih berlangsungnya kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19  serta memburuknya hubungan dagang antara negara-negara ekonomi maju yang dapat memperlambat pemulihan ekonomi global, yang seakan-akan menjadi pembenaran proyeksi terbaru dari International Moneterary Fund (IMF) yang memperkirakan ekonomi global akan berkontraksi 4.9% di tahun 2020. 

Untuk dolar AS kemungkinan masih akan menjadi salah satu favorit para pelaku pasar karena statusnya sebagai aset likuid yang paling di cari di tengah sentimen ketidakpastian global.

Untuk sektor komoditas, harga emas berpotensi mendapatkan keuntungan dari keadaan seperti saat ini yang serba tidak pasti karena merupakan aset lindung nilai, namun jika penguatan dolar AS mendominasi sentimen pasar maka harga emas berpeluang bergerak turun. Dan untuk harga minyak berpeluang terkoreksi jangka pendek jika pasar melakukan aksi profit taking setelah kenaikan harga semalam di tengah masih adanya kekhawatiran perlambatan permintaan bahan bakar karena Covid-19.

Potensi Pergerakan 

EMAS

Harga emas berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $1772 – $1780 jika pasar kembali mencari aset safe haven logam mulia di tengah kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 dan ketegangan dagang global yang melibatkan negara-negara ekonomi maju. Namun, harga emas berpeluang bergerak turun untuk menguji support di $1758 – $1750 jika ternyata pasar lebih menyukai aset likuid seperti dolar AS dan optimisnya data ekonomi AS seperti Core PCE Price Index dan Personal Spending yang dirilis pukul 19:30 WIB dan Revised UoM Consumer Sentiment pukul 21:00 WIB.

MINYAK 

Harga minyak berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek dengan menargetkan support di $38.50 – $37.60 jika pasar melakukan aksi profit taking setelah semalam menguat, di tengah masih adanya kekhawatiran akan perlambatan permintaan global karena lonjakan kasus Covid-19. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $39.80 – 40.70. Fokus hari ini tertuju ke data aktivitas rig AS yang dilaporkan oleh Baker Hughes pukul 00:00 WIB/Sabtu.

EURUSD 

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.1190 – 1.1140 karena outlook menguatnya dolar AS, ketegangan dagang AS-Eropa, serta ketegangan antara ECB dengan pengadilan Jerman terkait rencana pencetakan uang. EURUSD berpeluang bergerak naik, menguji resisten di 1.1250 – 1.1300  jika data Import Prices dari Jerman yang dirilis pukul 13:00 WIB hasilnya optimis.  

GBPUSD 

GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.2380 – 1.2330 di tengah outlook menguatnya dolar AS serta kegugupan pasar menjelang negosiasi Brexit kembali yang dijadwalkan tanggal 29 Juni pekan depan. GBPUSD berpotensi bergerak naik untuk menargetkan resisten di 1.2470 – 1.2520 jika laporan bulletin kuartalan dari Bank of England yang dirilis pukul 18:00 WIB yang biasanya akan berikan komentar mengenai perkembangan pasar dan operasional kebijakan moneter hasilnya cenderung hawkish.

USDJPY 

USDJPY berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek untuk mengincar resisten di 107.50 – 108.00 di tengah outlook menguatnya dolar AS dan pernyataan Gubernur BOJ Kuroda yang cenderung dovish, dimana dia mengatakan BOJ akan terus mendukung pendanaan untuk menjaga stabilitas di pasar keuangan. Jika bergerak turun, level support terlihat di 106.80 – 106.30. 

AUDUSD

AUDUSD berpotensi untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk membidik support di 0.6840 – 0.6780 di tengah sentimen hindar aset berisiko dan menguatnya dolar AS. Jika bergerak naik, level resisten berada di 0.6920 – 0.6970.



Sumber:investing.com