Dolar Terus Naik Dipicu Meningkatnya Ketegangan AS-Cina

 Dolar Terus Naik Dipicu Meningkatnya Ketegangan AS-Cina


© Reuters.

Oleh Peter Nurse

 

Investing.com – Dolar Amerika Serikat masih bergerak naik pada awal perdagangan Eropa Selasa (27/05) petang di tengah meningkatnya aksi penghindaran risiko dipicu ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat soal undang-undang keamanan baru untuk Hong Kong.

 

Pada pukul 14.23 WIB, Indeks Dolar AS naik 0,27% di 99,172 mengutip data Investing.com. GBP/USD turun 0,29% di 1,2296 dan USD/JPY turun 0,04% di 107,48.

 

Unjuk rasa terjadi di Hong Kong pada hari Rabu (27/05) ini menolak undang-undang keamanan nasional – yang oleh para kritikus disebut sebagai upaya langsung untuk membatasi kebebasan khusus kota tersebut  – berlangsung untuk kedua kalinya di kantor Dewan Legislatif kota itu.

 

Presiden AS Donald Trump telah menjanjikan reaksi AS terhadap hukum tersebut pada akhir minggu ini. Sementara itu, Cina membalasnya dengan mengancam akan membalas aksi AS tersebut, termasuk memberikan sanksi.

 

“Kita berada dalam tren aksi beli (dolar AS) yang luas, tetapi satu-satunya hal yang dapat mengubah ini adalah hubungan AS-Cina,” Junichi Ishikawa, ahli strategi senior FX di IG Securities, mengatakan kepada CNBC.

 

“Lebih banyak masalah timbul antara kedua negara akan memperlambat penurunan dolar yang terjadi baru-baru ini dan berpotensi menyebabkan pembelian dolar sebagai tempat yang aman.”

 

Pada pukul 14.32 WIB, USD/CNY naik 0,35% ke 7,1587 dan AUD/USD turun 0,19% di 0,6639.

 

Mata uang lain yang menjadi fokus Rabu ini yakni euro, setelah Isabel Schnabel, anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), dalam wawancara dengan Financial Times, memperjelas bahwa bank sentral siap untuk bertindak dan menggunakan instrumen apapun “jika bank menilai prospek inflasi jangka menengah telah memburuk”.

 

“Ini adalah komentar lain yang hampir serupa dengan pernyataan dari Gubernur Sentral Prancis awal minggu ini, bahwa ECB akan bertindak jika diperlukan,” kata analis di Danske Bank, dalam catatan kepada klien. “Kami percaya ini meningkatkan kemungkinan bahwa ECB akan mendorong PEPP (Pandemic Emergency Purchase Program) pada pertemuan ECB minggu depan.”

 

Perkembangan tersebut muncul setelah perkiraan terbaru dari INSEE, badan statistik nasional Prancis, mengisyaratkan bahwa ekonomi Perancis berada di jalur mengalami kontraksi 20% pada kuartal kedua ketika negara itu keluar dari tindakan karantina nasional covid-19.

 

Angka itu akan menandai penurunan tajam resesi Prancis setelah negara dengan ekonomi terbesar kedua di kawasan euro tersebut berkontraksi sebesar 5,8% pada kuartal pertama.

 

Hingga pukul 14.39 WIB, EUR/USD turun 0,20% di 1,0958.

 

Sedangkan, pergerakan rupiah sore ini menguat 0,17% di 14.730,0 terhadap dolar AS sampai pukul 14.31 WIB.

 



Sumber:investing.com