FX: Kekhawatiran Cina Menjadi Tantangan Awal Pemulihan Ekonomi Global

 FX: Kekhawatiran Cina Menjadi Tantangan Awal Pemulihan Ekonomi Global


Dolar AS diperdagangkan lebih tinggi terhadap semua mata uang utama hari ini, tetapi keuntungan atas nilai tukarnya tidak terlalu besar. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terkait ketegangan antara AS dan Cina yang sedang berlangsung. Pemerintahan Trump menyetujui penjualan senjata ke Taiwan dengan menentang Cina, dan Senat mengeluarkan undang-undang yang dapat menghapuskan perusahaan Cina dari bursa AS jika  Cina tidak dapat membuktikan kepemilikannya. Dengan demikian, laporan PMI di seluruh dunia memperkuat tanda-tanda awal pemulihan global. Tanda-tanda awal pemulihan global ini seharusnya tidak mengejutkan, mengingat kegiatan ekonomi benar-benar ditutup pada bulan April. Jadi berdasarkan persentase, pemulihan apa pun di bulan Mei akan signifikan. Tentu saja, jika dipandang secara absolut, pemulihan ekonomi ini tidak terlampau besar, tetapi PMI dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Bahkan jika beberapa laporan, seperti PMI manufaktur AS di Markit Economics, naik kurang dari yang diharapkan, investor hanya senang bahwa pertumbuhan bergerak ke arah yang benar. Bahkan, di seluruh dunia, kami melihat pemulihan layanan yang lebih cepat daripada manufaktur.

Untuk AS, Indeks Manufaktur Philadelphia naik menjadi -43.1 dari -56.6, di luar ekspektasi untuk kenaikan ke -40. PMI Manufaktur Markit naik menjadi 39,8, hanya sedikit dari perkiraan 40. Namun, indeks layanan mengalahkan ekspektasi, naik menjadi 36,9 dari 26,7. Klaim pengangguran turun sedikit kurang dari yang diharapkan, tetapi angka bulan lalu juga direvisi lebih rendah. Penjualan rumah yang ada dan indikator utama sedikit lebih baik, dengan penurunan di bawah ekspektasi. Kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru dijadwalkan untuk rilis pada hari Jumat. Penjualan rumah seharusnya melemah, tetapi kenaikan kepercayaan yang baik untuk bulan Mei dapat mendorong USD / JPY di atas 108. 

Kami telah menunggu EUR/USD mencapai 1,10 sepanjang minggu ini. Nilai tukar tersebut tercapai hari ini, yang disebabkan IMP zona Euro yang lebih kuat dan klaim pengangguran AS yang lebih lemah. Namun, setelah mencapai angka tertinggi di 1.1008, pasangan EUR/GBP mengalami penurunan dan ditutup lebih rendah dari nilai tukar tertingginya. Gelombang pasang berbalik ke ekonomi Zona Euro, tetapi seperti bagian dunia lainnya, jasa memimpin pemulihan. Sementara Zona Euro melihat kenaikan kuat di bidang manufaktur dan PMI jasa pada bulan April, di Jerman, ekonomi terbesar di kawasan ini, kejutan terbesar adalah PMI layanan karena peningkatan dalam manufaktur tidak memenuhi harapan. Apa pun yang terjadi, minggu ini dipenuhi kabar baik dari wilayah Uni Eropa, yang menjelaskan kekuatan mata uang secara keseluruhan. 

Di Inggris, di sisi lain, PMI sektor manufaktur dan jasa mengalahkan ekspektasi. Angka-angka ini membantu poundsterling pulih dari posisi terendahnya, tetapi GBP/USD tidak dapat mencapai kenaikan. Masalahnya, penjualan ritel dijadwalkan untuk rilis besok, dan diperkirakan segmen ritel akan mengalami kerugian dua digit. Ekonom mencari pengeluaran konsumen turun 15% di bulan April setelah turun 5% di bulan Maret. Ini akan menandai bulan ketiga berturut-turut dari penurunan pengeluaran dan yang kelima dari enam bulan dari pengeluaran yang lebih rendah. Pola ini saja yang menjelaskan kinerja poundsterling yang buruk. Para pejabat Inggris juga berbicara secara terbuka tentang kemungkinan suku bunga negatif, dengan Gubernur Bank of England Andrew Bailey mencatat bahwa ia sedikit mengubah posisinya dan mereka tidak boleh mengesampingkan faktor apa pun.

Selama 24 jam ke depan, mata uang komoditas akan tetap menjadi fokus, dengan angka penjualan ritel Selandia Baru dan Kanada yang telah dijadwalkan untuk dirilis. Peningkatan harga minyak yang terus-menerus membantu dolar Kanada mempertahankan kenaikannya, tetapi dengan laporan besok, kita akhirnya akan melihat betapa buruknya penurunan pengeluaran yang disebabkan oleh COVID-19 pada bulan Maret. Laporan bulan lalu adalah untuk bulan Februari, jadi tidak ada dampak dari virus. Dan pada bulan Maret, kita akan melihat tanda-tanda kelemahan pertama. Hal yang sama berlaku untuk Selandia Baru, yang melaporkan data kuartal pertama. Antara penurunan RBNZ dan penutupan ekonomi di Q1, angka pengeluaran seharusnya lebih rendah.



Sumber:investing.com