|
|
|
Forexology 101
|
|
|
|
|
 |
Mitra KampusForex:
Jakarta:
Lukman (081314307111)
Medan:
Dra. Savitri (081932133656)
Palembang:
Ibu Trie Buana (081995109579)
Bp. Mushoddiq (085268258444)
Denpasar:
N. Ketut Adriyana (081999819430)
Gorontalo:
Bp. Heintje Koraag (87845077747)
|
|
Trading Menggunakan Pivot Point
Pivot point adalah daerah harus mendapat perhatian saat melakukan
analisa pasar karena pivot point ini adalah level support atau resistance
yang paling signifikan. banyak trader berpengalaman menunggu di level ini
untuk melakukan transaksi.
Pada saat harga bergerak mendekati pivot point banyak trader yang mulai
masuk pasar untuk mengambil posisi, beli ataupun jual, dan menetapkan
target keuntungan (take profit) serta batas kerugian (stop loss). Secara
umum jika harga berada di atas pivot, maka pasar dianggap bullish (naik).
Sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, pasar dikatakan bearish
(turun).
Apabila harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level
tersebut, hal itu merupakan alasan yang cukup baik untuk mengambil posisi ;jual'
dengan stop-loss beberapa point di atas PP dan target profit di sekitar
S1.
Akan tetapi jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, dari pada
menutup transaksi anda dapat memindahkan 'stop-loss' beberapa point
di atas S1 dan meletakkan target profit berikutnya pada S2. Biasanya S2
adalah level terrendah dari pergerakan mata uang harian dan menutup
transaksi pada level ini adlah langkah yang bijaksana.
Hal yang sebaliknya terjadi apabila harga berada di atas pivot point dan
ditutup pada level itu. Anda bisa mengambil posisi beli dengan stop-loss
di bawah pivot point dan target profit beberapa point di bawah R1. Tapi
apabila harga naik dengan kuat dan menembus R1, stop-loss bisa dinaikkan
dan ditempatkan di bawah R1 sementara itu target profit bergeser ke
level R2.
Kekuatan dari support dan resistance pada berbagai pivot level
ditentukan oleh berapa kali suatu harga mencapai level itu dan kemudian
berbalik arah.
Semakin sering harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah maka
semakin kuat pivot level tersebut.
Jika pergerakan harga bergerak naik mendekati resistance, anda bisa mengamati
kapan harga akan berbalik arah turun. Saat harga bergerak turun anda bisa
mengambil posisi jual dengan stop-loss ada di atas resistance.
Tapi adakalanya gerakan naik ini cukup kuat dan resistance dapat tertembus
sehingga stop-loss anda terkena. Ini adalah resiko dalam forex. Tapi apabila
gerakan itu anda percaya begitu kuat, anda bisa mengambil posisi beli saat
harga menembus resistance. Pada kondisi ini resistance berubah menjadi
support sehingga anda bisa memasang stop-loss di bawah level support yang
baru (yaitu yang sebelumnya adalah resistance).
Dengan cara ini kerugian yang anda alami pada transaksi awal dapat tertutupi
keuntungan yang anda raih pada transaksi kedua.
Hal yang serupa bisa anda lakukan jika harga bergerak turun mendekati
support. Saat harga mulai berbalik arah dan bergerak naik anda dapat
melakukan transaksi beli dengan stop loss di bawah garis support.
Pivot Points dan Kondisi Trading Sesungguhnya
Pivot point seringkali berhasil karena ada banyak trader yang juga
percaya pada teori ini dan menetapkan pivot point pada level yang kurang
lebih sama. Sehingga saat harga bergerak mendekati level ini ada banyak
trader yang mengambil reaksi yang serupa sehingga harga cenderung berbalik
arah.
Tapi bagaimanapun ada banyak kasus dimana pivot point tidak berhasil sama
sekali. Biasanya ini terjadi saat ada data atau berita fundamental yang
membuat harga cenderung bergerak dengan trend yang kuat dan para trader
banyak yang mengabaikan segala bentuk resistance dan support.
Oleh karena itu apapun kondisinya tidak ada strategi yang lebih baik
dari pada ini: ikuti trend yang terjadi di pasar. Jadi apabila kondisi
pasar normal dan harga bergerak dalam batasan support dan
resistance, lakukan transaksi dengan mengikuti pola itu.
Demikian juga jika terjadi trend yang kuat dan harga bergerak ke satu arah,
lupakan soal support dan resistance, ikuti saja trend.
|
KampusForex.Com - © 2007
Indonesia