|
|
|
Forexology 101
|
|
|
|
|
 |
Mitra KampusForex:
Jakarta:
Lukman (081314307111)
Medan:
Dra. Savitri (081932133656)
Palembang:
Ibu Trie Buana (081995109579)
Bp. Mushoddiq (085268258444)
Denpasar:
N. Ketut Adriyana (081999819430)
Gorontalo:
Bp. Heintje Koraag (87845077747)
|
|
Tipe-tipe Trading
Ada 2 tipe analisis yang dapat anda gunakan dalam forex-trading: Analisis
Fundamental dan Analisis Teknikal. Selalu adan perdebatan yang
berkepanjangan tentang mana yang lebih baik diantara keduanya. Tapi
menurut kami, untuk sukses dalam forex anda harus menguasai kedua tipe
analisis tersebut dengan baik. Seorang trader yang baik harus mampu
mengenali indikator-indikator fundamental sekaligus menguasai dengan
baik indikator-indikator teknikal.
Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah studi terhadap
elemen-elemen penting yang
mendasari perubahan nilai suatu mata uang. Analisis fundamental berupaya
memperkirakan pergerakan nilai mata uang dan tren pasar dengan menganalisis
indikator-indikator ekonomi,
kebijakan-kebijakan politik, dan juga
faktor-faktor sosial.
Analisis fundamental dapat membantu seorang trader memahami
tren pergerakan nilai
mata uang dan berapa
lama tren tersebut dapat berlangsung.
Perlu anda pahami bahwa analisis fundamental sangat baik untuk mengetahui
kondisi ekonomi dan kecenderungan-kecenderungannya namun belum dapat
memberikan gambaran yang memadai untuk memperkirakan nilai suatu
mata uang. Misalkan saja berdasarkan indikator-indikator ekonomi diketahui
bahwa ekonomi Amerika Serikat sedang mengalami penurunan. Dengan mengetahui
fakta ini seorang trader bisa mengambi kesimpulan bahwa tren EUR/USD akan
naik. Tapi bagaimanapun dengan data fundamental yang ada seorang trader sulit
memperkirakan sampai sejauh mana nilai EUR/USD akan terus naik. Analisis
fundamental tidak memiliki variabel-variabel yang mampu memberikan perkiraan
nilai suatu mata uang.
Unsur-unsur fundamental yang mendasari pergerakan mata uang dapat berupa
antara lain: perubahan suku bunga, kebijakan bank sentral, persoalan
dan kebijakan politik, laporan tenaga kerja, neraca perdagangan, dll.
Indikator-indikator ini secara umum menggambarkan kondisi ekonomi
suatu negara pada waktu tertentu.
Indikator-indikator ekonomi
ini biasanya muncul dalam laporan-laporan yang diterbitkan secara
periodik oleh pemerintah.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal berupaya memahami apa yang sedang terjadi di bursa
berdasarkan data-data pergerakan nilai mata uang yang telah terjadi
sebelumnya. Data-data
pergerakan nilai mata uang yang membentuk chart
adalah bahan utama dari analisis teknikal. Pada bentuknya yang murni
analisis teknikal tidak melihat latar belakang ekonomi maupun politik
yang mendasari pergerakan mata uang sebagaimana yang dilakukan para
analis fundamental, tapi lebih menitikberatkan pada aktivitas pergerakan
mata uang yang sudah dan sedang terjadi. Berdasarkan data-data itu
dengan dibantu oleh indikator-indikator teknikal, seorang analis teknikal
berupaya memperkirakan kemungkinan-kemungkinan pergerakan suatu
mata uang.
Dengan berdasarkan chart dan berbagai indikator teknikal bisa saja
seorang trader memperkirakan pada harga berapa suatu pergerakan mata uang
akan berbalik arah, dan apakah sebuah tren yang sedang terjadi akan terus
berlangsung atau tidak. Namun ketika pergerakan mata uang
berkali-kali melanggar batasan-batasan yang ditetapkan oleh indikator
teknikal, seoarang analis tidak mempunyai data yang cukup untuk menjelaskan
mengapa hal itu terjadi.
Jadi, mana yang lebih baik?
Jika anda ingin sukses dalam forex-trading, tidak ada jalan lain anda harus
menggunakan kedua jenis analisis. Penggunaan satu jenis analisis dengan
mengabaikan jenis analisis yang lain hanya akan memberikan hasil yang
merugikan dalam jangka waktu panjang. Kedua jenis analisis ini harus
dipakai secara bersamaan karena keduanya saling mengisi satu sama
lain.
Bisa jadi berdasarkan berbagai indikator teknikal yang ada anda yakin bahwa
harga EUR/USD seharusnya akan naik dan anda mengambil posisi 'BUY'. Tapi
ternyata tidak berapa lama kemudian harga EUR/USD tiba-tiba turun dengan
tajam dan dalam waktu singkat anda mengalami kerugian beberapa puluh pip.
Hal itu sangat mungkin terjadi kalau anda hanya mendasarkan transaksi
yang anda lakukan pada analisis teknikal dengan mengabaikan
faktor-faktor fundamental.
Trader yang baik selalu mengikutsertakan
kedua jenis analisis ini, tapi
berapa besar porsi masing-masing jenis analisis berbeda untuk tipe-tipe trader.
Pada umumnya faktor fundamental
memiliki dampak yang sifatnya lebih lama
dan lebih besar dari pada faktor teknikal. Oleh sebab itu trader-trader
bermodal besar yang cenderung mengambil transaksi dalam jangka panjang
(seperti para banker dan manajer investasi) biasanya mengutamakan
analisis fundamental. Sebaliknya trader-trader retail yang
biasa melakukan transaksi harian (intraday trader) pada umumnya
lebih mengutamakan analisis teknikal untuk memanfaatkan fluktuasi
harian yang terjadi.
|
KampusForex.Com - © 2007
Indonesia