Rupiah Fluktuatif, Pound Naik Tipis Dibatasi Perkembangan Brexit

 Rupiah Fluktuatif, Pound Naik Tipis Dibatasi Perkembangan Brexit


© Reuters.

Investing.com – Lain halnya dengan penguatan IHSG hari ini, rupiah USD/IDR malah turun tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis (28/05) petang. Pergerakan flutuatif rupiah ini didorong beragam sentimen seperti pembukaan ekonomi dalam dan luar negeri menghadapi covid-19 dan kabar dari kepala tim perunding Inggris terkait Brexit turut pula mempengaruhi pergerakan mata uang pound.

 

Mata uang kebanggaan rakyat Indonesia ini sedikit melemah 0,03% di 14.715,0 per dolar AS mengutip data Investing.com hingga pukul . Hari ini pergerakan rupiah berkisar di level 14.710,0 – 14.777,5.

 

Rupiah langsung melemah 0,44% ke Rp 14.375/US$ begitu perdagangan hari ini dibuka seperti dikutip dari laporan CNBC Indonesia Kamis (28/05). Setelahnya sempat melemah 0,51%, tetapi tidak lama kembali ke Rp 14.375/US$, dan terpaku di level tersebut hingga tengah hari. Rupiah perlahan bangkit satu jam menjelang penutupan perdagangan, hingga berakhir di Rp 14.675/US$, melemah 0,03% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

 

Mata uang Asia bergerak variatif pada perdagangan hari ini, hingga pukul 15:00 WIB, ringgit Malaysia menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,14%, sementara rupee India mejadi raja Asia hingga sore ini setelah menguat 0,27%.

 

Rupiah sebenarnya masih dinaungi sentimen positif dari rencana diputarnya lagi roda perekonomian, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutar kembali roda perekonomian dengan mempersiapkan era kehidupan baru (new normal)

 

Sementara itu dari Eropa, negara seperti Portugal, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, Swedia dan Islandia bahkan sudah mewacanakan untuk membuka kembali industri pariwisatanya.

 

Kemudian dari AS, untuk pertama kalinya kemarin para trader kembali menjejakkan kakinya di lantai bursa saham New York, setelah tutup sejak 23 Maret lalu.

 

Dari Inggris diwartakan Poundsterlinglive Kamis (28/05), mata uang pound Inggris sedikit menguat terhadap dolar AS dan euro di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa negosiasi perdagangan antara Uni Eropa dan Inggris akan gagal menghasilkan kesepakatan setelah penjelasan perkembangan situasi perundingan dari kepala juru runding pihak Inggris.

 

Pukul 16.47 WIB, GBP/USD naik tipis 0,09% di 1,2261 dan EUR/GBP turun tipis 0,01% di 0,8978 berdasar data Investing.com.

 

Kepala tim negosiasi Inggris David Frost mengatakan kepada anggota Parlemen Inggris bahwa Uni Eropa perlu mengubah posisinya untuk mencapai kesepakatan karena kebijakan yang dimandatkan Uni Eropa kepada tim perundingnya terkait wilayah perbatasan laut bukanlah sesuatu yang dapat disetujui oleh Inggris.



Sumber:investing.com