Rupiah Turun Rabu Petang, Euro Naik Ditengah Optimisme Pasar

 Rupiah Turun Rabu Petang, Euro Naik Ditengah Optimisme Pasar


© Reuters.

Investing.com – Pergerakan rupiah USD/IDR satu hari pasca libur lebaran ini masuk zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (26/05) petang. Rupiah bergerak melemah meski sentimen pasar cukup baik di mana Presiden RI berencana membuka perekonomian Indonesia dan EUR/USD juga naik didorong meningkatnya optimisme pemulihan global dari pandemi covid-19.

Mengutip data Investing.com, rupiah ditutup melemah 0,31% di 14.755,0 pukul 14.57 WIB. Begitu perdagangan hari ini dibuka, rupiah langsung melemah 0,31% ke Rp 14.725/US$ sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia Selasa (26/05). Depresiasi semakin membesar hingga 0,54% ke US$ 14.760/US$, yang menjadi level terlemah intraday. Rupiah berhasil memangkas pelemahan dan mengakhiri perdagangan hari ini di level Rp 14.730/US$ melemah 0,34% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Mayoritas mata uang Asia menguat melawan dolar AS hari ini, hanya rupiah dan yen Jepang yang melemah, yuan Cina juga melemah tipis nyaris stagnan, tetapi di awal perdagangan sempat menguat.

Tidak seperti mata uang Asia lainnya, yen Jepang merupakan mata aset aman (safe haven) yang permintaannya akan meningkat ketika sentimen pelaku pasar memburuk. Sementara saat sentimen membaik, yen menjadi kurang menarik, dan nilainya akan melemah.

Itu artinya pada hari ini sentimen pelaku pasar cukup bagus, rupiah seharusnya bisa menguat tetapi malah melemah pada hari ini.

Dari dalam negeri, Presiden Jokowi untuk kesekian kalinya menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai cara agar Indonesia siap untuk menuju ke sebuah era kehidupan baru (new normal) bersama virus corona baru penyebab Covid-19.

Berbicara saat meninjau prosedur standar dalam menghadapi new normal di Summarecon (JK:SMRA) Mall Kota Bekasi, Jawa Barat, Jokowi menegaskan kedatangannya ke pusat perbelanjaan tersebut untuk memastikan wilayah tersebut siap menghadapi new normal.

Dengan tatanan kehidupan normal baru, roda perekonomian bisa kembali diputar meski dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kembali diputarnya roda perekonomian tentunya menjadi kabar bagus, sayangnya masih melemah akibat aksi ambil untung.

Sementara itu berdasar laporan Reuters, euro bergerak naik pada Selasa (26/05) petang dipicu pelemahan dolar AS akibat meningkatnya optimisme pemulihan global dari pandemi covid-19 mendorong pergerakan mata uang berisiko.

Sampai pukul 16.52 WIB, EUR/USD naik 0,58% di 1,0962 menurut data Investing.com.

Jepang mengakhiri status darurat negara pada Senin (25/05) kemarin, sementara Inggris mengatakan akan membuka kembali ribuan toko, mal dan pusat perbelanjaan bulan depan.

 



Sumber:investing.com